Priyandono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
DARI KOSONG JADI BERISI

DARI KOSONG JADI BERISI

Judul Buku : Guru Pengangkut Air
Elegi Seorang Pengajar Honorer
Penulis : PRIYANDONO
Editor. : S. Jai
Penerbit. : Pagan Press
Tebal. : 116 hal
Ukuran. : 13 x 20
Cetakan Pertama : Desember 2018
ISBN : 602-5934-36-0
Persensi : RIFUL HAMIDAH

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh

Dik Nana, adalah seseorang yang tengah berjuang meraihi mimpianya yang mulia. Ia ingin mengabdikan hidupnya agar bermanfaa tuntuk sesama. Ia pun berusaha untuk meraih mimpi itu. Sikapnya yang religius, berani, pantang menyerah, santun, sederhana, rendah hati, dan selalu membuka diri, memudahkan langkahnya menuju gerbang impiannya.


Apa yang dialami oleh si tokoh cerita dengan sebutan “dik Nana”, juga dialami oleh orang kebanyakan, apalagi yang berprofesi sebagai pendidik. Sangat dekat dengan kehidupan khalayak pada umumnya, ada di sekitar kita dan sering kita temui sehari-hari. Di bagian-bagian tertentu saya merasa “kena deh…!!” Yaah, saya pun kadang seperti dik Nana, yang masih harus belajar dan belajar lagi tentang ilmu kehidupan. Bang Sardi yang menasehati dik Nana, seolah-olah juga sedang menasehati saya.


Buku Guru Pengangkut Air ini memang “mentes”, meski disampaikan dengan bahasa bercerita yang ringan, mengalir, dan apa adanya, tapi menurut saya isinya ber-nas. Buku ini syarat dengan nilai-nilai karakter yang bisa dijadikan sebagai pengingat sekaligus nasihat juga teladan bagi siapa pun. Beberapa kalimat percakapan, bagi saya adalah sebuah nasihat yang patut di pigura dalam hati dan diwujudkan dalam prilaku.
Beberapa di antaranya adalah: “Orang-orang sombong seperti itu tidak perlu dilawan, Dik Nana. Sebab tanpa dilawan pun mereka akan hancur dengan sendirinya. Kesombongan itu mengingkari kebenaran dan merendahkan martabat orang lain. Oleh karena itu, lebih baik Dik Nana menjauh sambil melihat proses kehancuran mereka,”
“Dik Nana harus berjalan dengansikap kerendahhatian dan senantiasa bersandar kepadaTuhan. Sebab mereka yang sejak awal bersandar, semangatnya tidak pernah pudar dan pantang berkeluh kesah. Itulah sejatinya kemenangan. Oleh sebab itu Dik Nana, jangan sekali kali bersandar pada selain-Nya. Kalau Dik Nana sudah bisa menikmati sinar matahari, kenapa harus mengejar bayang bayangnya.”
“Sebab, sebaik apapun yang di Nana ucapkan, hanya akan menjadi sebuah polesan. Suatu saat akan lenyap. Tapi yang Dik Nana tulis, tidak demikian adanya. Ia akan abadi. Maka ikatlah semua pengalaman Dik Nana dalam sebuah tulisan. Peradaban manusia diawali dengan membaca dan menulis. Orang-orang yang membaca dan menulis sebenarnya telah melakukan tindakan yang luar biasa. Tanpa disadari mereka telah memberikan andil besar dalam merawat peradaban bangsa.”


Oh ya, buku ini juga dituturkan dengan bahasa yang humoris. Saya pun menjadi selalu tersenyum ketika membacanya, bahkan tertawa ngakak. Itu lo…tokoh dik Nana ternyata nama lengkapnya “Nana Gembirawati”. Juga nama-nama tokoh yang lain, yang kental dengan suasana kehidupan orang-orang pedesaan. IbuSarinten, Mbok Pinah, Bang Sardi, kecuali Ibu Nila tentunya.
Ibarat berbelanja ke pasar, keranjang yang semula kosong menjadi penuholeh barang belanjaan. Ibarat berangkat ke sekolah, buku tulis yang semula kosong,menjadi sarat oleh ilmu. Ibarat perut keroncongan yang semula lapar, menjadi kenyang berenergi. Ibarat pisau dapur yang semula tumpul, menjadi tajam terasah. Begitulah yang terjadi ketika kita memulai membaca novel “ImpianDik Nana” dan mengakhirinya.


Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh. (RIFUL HAMIDAH, Guru dan Penulis, tinggal di Magetan Jawa Timur)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Allahu Akbar.. Trima kasih Pak Priyandono. Merasa tersanjung. Semoga korannya berkenan memuat persensi saya. Aamiin

11 Jan
Balas

Makasih ya Mbak

11 Jan

mantap pak..ini terbit di koran bukan pak??

10 Jan
Balas

Belum Mas Padil. Peresensi RIFUL HAMIDAH berencana dikirim ke koran dg perubahan seperlunya

10 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali